Puisi Musa yang Membelah Gelombang
Puisi M. Raudah Jambak (Medan, Sumatera Utara) Musa yang Membelah Gelombang Ke mana lagi musa pergi, selain membelah gelombang dengan tongkat sakti di sini tsunami angkuh berdiri menebar duri, bersama angin yang memburu mengekalkan seringainya dalam bayang-bayang kabut serombongan gagak memburu camar yang terbang gontai, perlahan mengintai sementara pepohonan tafakur, mengucap syukur lalu membanjiri derail zikir : telah menjadi suratan Fir'aun terkubur takabur menafikan takdir di tengah laut yang terbelah sehabis ketukan doa musa bersama takbir yang menggema ke mana lagi Musa pergi, selain membelah gelombang bersama para syuhada-di sini laut berubah raksasa melahap apa saja, bagai sihir yang menumpahkan muntahan air-menghantam beratus ribu pasir dalam sir sementara tenggorokan tersekat bersama waktu yang sekarat telah menjadi suratan gelombang bukanlah hujjah para syuhada hanya hijrah, berjalan di antara pecahan resah, membius darah-dan tsunami hanyalah istilah, pintu hijrah menu...